Rabu, 03 April 2013

Macam Macam CMS

Berikut Merupakan contoh dari CMS.

Dalam Perkembangan nya CMS ada bermacam macam jenis CMS , contoh :

1) RMS adalah Research Management System, adalah jenis CMS yabg diperuntukan untuk mengelola konten web penelitian – jurnal, makalah, skripsi. Contoh :
Open Journal System untuk mengelola Jurnal open akses,
pkp.sfu.ca - OJS
pkp.sfu.ca - OJS
  • EPrints http://www.eprints.org/ Untuk mengelola repositori koleksi perpustakaan digital berupa teks (*pdf) audio video (*mpg, *avi, ) audio (*ogg, *mp3 ) dan file file lain nya.
Eprints
Eprints

2) SMS , School Management System , adalah jenis CMS yang dikhususkan untuk web portal informasi sekolah dan terkadang juga dilengkapi fasilitas e-learning . contoh:

  •   Jibas http://www.jibas.net , Jaringan Informasi berbasis sekolah . Dalam Jibas terdapat bebargai tool administrasi pendidikan Misi JIBAS adalah membangun jaringan informasi dan komunitas pendidikan yang bisa mewadahi interaksi dan aktifitas setiap elemen pendidikan dari siswa, guru, orang tua, sekolah,yayasan, pemerintah dan masyarakat umum.
  • CMS Balitbang , kajianwebsite.org adalah CMS (Content Management System) yang sudah siap pakai dipergunakan untuk web sekolah. Mulai dari SD, SMP hingga SMA. Dikembangkan oleh Balitbang Kemdiknas Indonesia. Menu sudah lengkap dengan kemudahan dan kelengkapan fitur. Cukup mudah dipergunakan karena tidak perlu menambhkan piranti tambahan seperti plugin.
CMS Balitbang
CMS Balitbang
Ketika tulisan ini saya tulis web kajianwebsite.org sedang masa perbaikan.

3) LMS , Learning management system. disebut Juga CMS Course Management System, adalah CMs yangdiperuntukan untuk pembelajaran online. contoh :

  •   Atutor http://atutor.ca/ Atutor digunakan untuk mengembangkan dan memberikan kursus online. Administrator dapat menginstal atau memperbarui ATutor dalam hitungan menit, mengembangkan tema kustom untuk memberikan ATutor tampilan baru, dan mudah memperluas fungsi dengan fitur modul. Pendidik cepat dapat merakit, paket, dan mendistribusikan konten berbasis Web instruksional, mudah mengimpor konten dikemas, dan melakukan kursus online mereka. Siswa belajar dalam lingkungan, diakses adaptif, pembelajaran sosial.
Atutor
Atutor
  • Moodle http://moodle.org/ Moodle adalah sebuah Course Manajemen Sistem (CMS), juga dikenal sebagai Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) atau Virtual Learning Environment (VLE). Ini adalah sebuah aplikasi web gratis yang pendidik dapat digunakan untuk membuat situs yang efektif pembelajaran online.
Moodle
Moodle

4) LibMS , Library Magement System . adalah jenis CMS yang diperuntukan untuk mengelola Otomasi perpustakaan. contoh :
  • SLiMS http://slims.web.id/web/ Senayan yang sekarang Bernama SLiMS adalah Sistem Manajemen Perpustakaan , Open Source Software. SLiMS menyediakan banyak fitur seperti database Bibliografi, Sirkulasi, Keanggotaan dan masih banyak lagi yang akan membantu “mengotomatisasi” tugas-tugas perpustakaan
SLiMS
SLiMS
  • KOHA http://www.koha.org/ Sejak peluncuran pada tahun 1999, KOHA telah diadopsi oleh ribuan perpustakaan di seluruh dunia, masing-masing menambahkan fitur dan fungsi, memperdalam kemampuan sistem. Dengan rilis 3.0 pada tahun 2005, dan integrasi mesin pengindeksan Zebra kuat, KOHA menjadi solusi, layak scalable untuk perpustakaan dari semua jenis.KOHA LibLime dibangun di atas fondasi ini. Dengan set fitur canggih, LibLime Perpustakaan Kesehatan adalah sumber yang paling fungsional terbuka canggih ILS di pasar saat ini.
PHPmyLibrary
PHPmyLibrary
obiblio.sourceforge.net
obiblio.sourceforge.net
5) E-CMS , E-Comerce Management System. Ialah CMS yang dikhususkan untuk situs julan online. contoh
  •   OSComerce http://www.oscommerce.com/ osCommerce telah menarik sebuah komunitas besar dan berkembang yang terdiri dari lebih dari 257.300 pemilik toko, pengembang, penyedia layanan, dan penggemar yang mendukung dan bekerja dengan satu sama lain pada bisnis online mereka. Sampai saat ini ada lebih dari 6.700 plufgin tersedia gratis untuk menyesuaikan toko online osCommerce Merchant online yang membantu meningkatkan penjualan.
  • Prestashop http://www.prestashop.com/ PrestaShop tercepat, paling ringan, dan Open Source yang paling progresif e-commerce software. PrestaShop bermanfaat memberi solusi, handal fleksibel, sangat mampu, mampu menangani pesanan 100.000 sehari.
6) WebBlogCMS adalah CMS yang dikhususkan buat ngeblog dan membuat web portal.contoh
  • Joomla http://www.joomla.org/ Joomla adalah salah satu yang paling populer Open Sorce CMS (sistem manajemen konten). 2,7 persen dari Web berjalan pada Joomla, perangkat lunak digunakan oleh individu, usaha kecil & menengah, dan organisasi besar di seluruh dunia untuk dengan mudah membuat & membangun berbagai website & web-aplikasi.
Joomla
Joomla
  • WordPress.org http://wordpress.org/ open source yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya
Wordpress
Wordpress
  • Drupal http://drupal.org/ adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen konten yang bebas dan terbuka yang di distribusikan dibawah lisensi GPL, pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia.
Drupal
Drupal

Demikian Semoga bermanfaat
 

Content Manajemen System

Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
  1.  Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
  2.  Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
 Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster.
 Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut.
 Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.
 Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS : Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
 Portal Galeri foto Aplikasi E-Commerce. Mengelola website pribadi / blog. Dan lain-lain. Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis.
 Berikut ini merupakan contoh website komunitas CMS Indonesia yang dapat dijadikan sebagai referensi anda :
  1. Komunitas Drupal Indonesia 
  2. Komunitas Joomla Indonesia 
  3. Komunitas Wordpress Indonesia 
  4. CMS Balitbang Untuk Sekolah

Selasa, 29 Januari 2013

apa beda router bridge switch dan hub

Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port. Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI. Jika jumlah port yang tersedia tidak cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan dihubungkan ke dalam satu jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara up-link. Port yang tersedia biasanya sampai 8, 16, 24 atau lebih banyak sesuai kebutuhan. Untuk kecepatan, dapat digunakan HUB 10 atau Switch 10/100. Sebaiknya menggunakan 10/100 karena dapat digunakan untuk jaringan berkecepatan maksimal 10 atau 100. Hub ada yang mendukung penggunaan kabel coax yang mendukung topologi BUS dan UTP yang mendukung topologi STAR. Namun tipe terbaru cenderung hanya menyediakan dukungan untuk penggunaan kabel UTP. Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. Router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router. Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP, HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun. Switch, Hub dan Router pada Layer OSI  Router bekerja pada layer 3 OSI (network)  Switch bekerja pada layer 2 OSI (datalink)  Hub bekerja pada layer 1 OSI (fisik) Switch juga dapat bekerja pada layer 3 OSI tergantung pada referensi OSI Model yang dipergunakan. Dilihat secara fungsi antara hub dan switch ada persamaan yaitu sama mengantarkan paket data dari sumber ke tujuan dalam jaringan komputer. Akan tetapi kalau dilihat secara konseptual masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda baik dari segi kecepatan maupun dari sisi sitem kerjanya. Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Hub mempunyai kelemahan yaitu akan terus mengulang-ulang sinyal yang berupa paket data ke semua arah (jalur yang ada) walaupun sebenarnya paket data tersebut sudah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini akan menyebabkan frekwensi collision lebih sering terjadi. Transfer data switch lebih cepat daripada hub karena switch langsung mengirim paket data ke komputer 
tujuan, tidak mengirim ke seluruh port yang ada (broadcast) sehingga bandwidth yang ada pada switch dapat digunakan secara penuh. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, yang berarti sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Perbedaan mendasar antara switch versus router adalah router menggunakan metode ’store and forward’. Sedangkan switch bekerja dengan cara on the fly switching. Router mengambil seluruh paket sebelum paket tersebut diteruskan ke tujuan. Metode store and forward membawa seluruh frame data ke dalam peralatan, yang kemudian di-buffer untuk dalam sebuah satuan waktu. Akan lebih jelas jika kita memperhatikan TCP/IP layers, seluruh frame header akan melewati layer data link kemudian dibawa ke layer di atasnya yaitu network layer untuk diketahui tipe dari frame-nya. Baru kemudian diteruskan ke alamat network yang dituju melalui data link layer kemabli. Proses ini berlaku untuk seluruh frame yang melintas di router. Sedangkan switch hanya mengambil 20 byte pertama dari sebuah frame. Karena switch tidak mengambil seluruh frame, namun hanya pada alamat tujuan (destination address) sebelum meneruskan frame tersebut ke alamat tujuan, maka network latency atau jeda (delay) yang terjadi akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan router.